Mahasiswa program studi Katografi dan Penginderaan Jauh melaksanakan praktikum lapangan Penginderaan Jauh Litosfer sebagai upaya memperkuat pemahaman terhadap interpretasi bentuklahan, struktur geologi geomorfologi, dan kenampakan litosfer melalui verifikasi langsung di lapangan. Kegiatan ini merupakan rangkaian pembelajaran yang menghubungkan analisis citra satelit dengan kondisi fisik di lokasi pengamatan.
Praktikum lapangan berlangsung di tepi sungai opak, gumuk pasir, playen gunung kidul, nglanggeran, dan terakhir di bukit pendowo godean, yang dipilih karena memiliki keragaman bentuklahan dan fitur geologi geomorfologi seperti perbukitan, lembah, sungai, serta zona struktur yang terbaca jelas pada citra. Sebelum turun ke lapangan, mahasiswa telah melakukan interpretasi citra dengan menilai unsur-unsur seperti warna, tekstur, pola, dan ukuran. Hasil interpretasi sementara tersebut kemudian diuji kebenarannya melalui observasi lapangan.

Dosen pengampu mata kuliah, Ibu Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan ini penting untuk membantu mahasiswa memahami bagaimana informasi penginderaan jauh merepresentasikan kondisi nyata. Dengan datang langsung ke lapangan, mahasiswa bisa mengevaluasi apakah bentuklahan yang diinterpretasikan dari citra benar sesuai dengan morfologi dan material geologi yang ada.
Selama praktikum, mahasiswa melakukan berbagai aktivitas, meliputi:
- Pencocokan pola bentuklahan yang terlihat pada peta dan citra dengan kondisi morfologi nyata.
- Pengamatan struktur geologi seperti lipatan, rekahan, atau sesar yang sebelumnya teridentifikasi pada citra.
- Dokumentasi visual menggunakan kamera dan GPS untuk validasi spasial.
- Pengambilan sampel lapangan menggunakan bor tanah dengan tujuan mengetahui kondisi kimia dan fisik tanah melalui pengujian menggunakan Soil Test Kit.
- Pengukuran kemiringan lereng dan parameter geomorfologi lainnya untuk mendukung analisis citra.

Praktikum lapangan ini diharapkan memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan data penginderaan jauh dengan observasi geologi lapangan, sehingga lebih siap menghadapi penelitian maupun pekerjaan profesional.